Depresi dan Stres Dapat Memicu Gangguan Jiwa Berat

depressi

Banyak diantara kita mengabaikan dan menganggap sepele permasalahan yang terkait dengan kesehatan jiwa, sedangkan kesehatan jiwa sangatlah menentukan kualitas kehidupan seseorang. dalam keseharian kita mestinya akan memiliki banyak permasalahan kehidupan, seperti permasalahan rumah tangga, sekolah, kantor, persaingan bisnis atau lainnya yang berpotensi menjadi faktor pencetus stress, gangguan kecemasan, depressi atau gangguan kejiwaan yang lain.
Berikut adalah contoh kasus serta potensi gangguan kejiwaan yang telah kami temui terkait dengan usia dan aktivitasnya.
1. Wanita karier
Bagi wanita karier pada rentang usia 25-40thn, mereka akan menghadapi dua faktor stressor sekaligus yaitu tekanan kerja dan permasalahan rumah tangga.
Dyah (bukan nama sebenarnya) 32 tahun, seorang wanita karier dan juga seorang ibu dari seorang anak datang berkonsultasi dalam kondisi depressi berat, dengan prognosis kehilangan motivasi hidup, putus asa, hidup seolah hampa, merasa ditinggalkan Tuhan, Selalu terpikir mengakhiri hidup dan seterusnya. Faktor penyebabnya yang pertama adalah stress dikantor akibat tekanan kerja, pimpinan perusahaan memaksanya untuk bekerja all out dan beban kerja yang bertumpuk, tentunya banyak sekali alasan si-boss memanfaatkan karyawaan untuk bekerja ekstra diluar S.O.P yang ditentukan sebelumnya, seperti alasan efesiensi ataupun loyalitas pada perusahaan atau bahkan menginginkan karyawannya menjadi seorang yg multitalent, contoh satu karyawan wanita di eksploitasi menjadi sekretaris, kasir, pembuat kopi dan kalau perlu jadi supir pribadi.
Nah, selain permasalahan kantor yang menumpuk tadi, Dyah pun dihadapkan pada persalahan rumah tangga yang tentunya akan membuatnya banyak memutar otak untuk mencari solusi, tentunya dua persalahan tadi memembuatnya down, hingga pada suatu ketika ia tidak sanggup lagi menanggung beban. Hingga akhinya muncul gangguan pada kejiwaannya.
2. Anak remaja menjelang dewasa.
Pada anak di rentang usia 15-35 tahun, mereka akan menghadapi fase yang menentukan dalam kehidupannya. Pada fase ini seorang anak remaja akan mengalami semacam metamorfosa pola pikir, menilai kehidupan serta mempersiapkan diri hidup di dunia "nyata". Banyak hal yang mempengaruhi seorang anak hingga bisa memiliki gangguan pada kejiwaannya, secara global ada dua hal yang sangat dominan yaitu persalahan pada keluarga dan pengaruh lingkungan.
Berikut adalah beberapa sample permasalahan hingga seorang anak bisa mengalami stress atau depressi : tekanan dari orang tua (ada orang tua yg sangat keras mendikte anak harus ini dan itu sesuai 'keinginan'-nya tanpa memperdulikan keinginan si-anak), hidup di keluarga yg tidak lengkap (baik karena perceraian, sering tinggal jauh, dst), Pola hidup tidak teratur, terlalu dimanja dan dipenuhi semua permintaannya (seolah segala keinginan mesti tercapai), dan seterusnya.
Faktor tekanan karena lingkungan : persahabatan yang tidak sehat (membeli persahabatan, membentuk geng dan tertekan dgn aturan, tidak mau bergaul dengan teman-teman yang lain), sering di bully, senang memberontak aturan dirumah dan sekolah, terjebak pada NAPZA.
Dicky (bukan nama sebenarnya) 19 tahun, mengalami depressi pada usia muda. Dicky adalah anak yang pendiam, tetapi keras jika memiliki kemauan dan mesti dipenuhi. Berawal dari setelah lulus sekolah kejuruan dan masuk dunia kerja di perusahaan yang dia idamkan, ada kebanggan yang luarbiasa semenjak ia kerja disana, meski demikian tekanan kerja yang cukup berat, ditambah dengan sistem kerja yang sangat tidak ideal, walaupun ia berkerja dengan giat tapi apalah daya karena sistem kerja kontrak, setelah masa kontrak habis dicky dan teman-teman harus siap diberhentikan.
Semenjak putus kontrak di perusahaan tersebut dicky banyak mengurung diri dikamar, tidak mau bersosialisasi, cenderung menutup diri dari sosial, tidak mau beraktivitas, apatis hingga saat ini gangguan tersebut sudah dialaminya lebih dari 5tahun.
3. Laki-laki dewasa
Banyak diantara laki-laki yang mengalami stress dan depress pada rentang usia 30-45tahun, umumnya dikarenakan beban hidup yang semakin bertambah dan tantangan karier dikantor.
Sebut saja joko (bukan nama sebenarnya),usia 42tahun seorang suami dengan satu anak, mengalami depress dan permasalahan kejiwaan faktor tekanan ekonomi, meski sempat kuliah diperguruan tinggi tapi tidak selesai, joko bekerja sebagai tenaga keamanan disebuah perusahaan, tentu saja sebagai tenaga keamanan pendapatanya tidak mencukupi kebutuhan harian ditambah si-istri tidak bisa menerima keadaan yang demikian. Hingga jadilah joko semakin hari tertekan dengan keadaan tersebut dan memicu tekanan pada kejiwaannya.
Semenjak itu joko mengalami disorientasi pada pola pikirnya, selalu berprasangka buruk pada orang lain, sering marah-marah, berhalusinasi-berbicara sendiri, hingga akhirnya ia dipecat dari pekerjaannya.
Pada kasus yang kami temui di atas bahwa, banyak sekali kasus kejiwaan yang awalnya masih ringan dan dapat dikendalikan. Karena tidak ditangani dengan baik maka akan memicu gangguan kejiwaan yang kronik dan gangguannya bersifat permanen seperti Bipolar, Skizofrenia dll.
Perlu penanganan dan pencegahan yang tuntas.
Berikut adalah beberapa tindakan yang perlu kita lakukan untuk mengeliminasi stres dan depress berkepanjangan.
1. Segera berkonsultasi ke psikolog atau ke psikiater, sebagai tambahan boleh juga mendatangi ustadz, pendeta, pastor, biksu dst untuk memperkuat mental secara spiritual, kedekatan kita pada Tuhan akan mendamaikan jiwa.
2. Jangan ABAI-kan... Segera selesaikan permasalahan yang anda alami, bisa saja dengan bantuan keluarga terdekat, dengan teman yang bisa dipercaya atau jika ada permasalahan bisnis anda boleh menggunakan jasa konsultan.
3. Makan dan olahraga teratur.
4. Istirahatkan sejenak otak anda dengan berlibur beberapa hari, ke tempat yang kita bisa menenangkan pikiran, hingga kita dapat berpikir jernih dan mengumpulkan target-strategi untuk menyelesaikan masalah.
5. Lakukan terapi yang dapat memicu ketenangan jiwa, seperti reflexy, akupunktur, ruqyah, ciropraksi, bekam dan seterusnya. Terapi ini cukup membantu mendongkrak serotonin-dopamin di dalam tubuh hingga kita lebih bersemangat dan rileks.
6. Makan buah dan sayuran segar, sangat membantu tubuh dan otak jadi refress
Selamat mencoba, silahkan artikel ini di share ke teman anda, rekan kantor, keluarga dekat dan keluaga jauh. Semoga bermanfaat.
Salam Sehat Jiwa 
Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Internasional 2015
Artikel ini dipersembahkan oleh Rumah Terapi KHALIFA